Pentingnya Peran dan Fungsi Bimbingan dan Konseling di Lembaga Pendidikan




Dalam mewujudkan peserta didik yang berpotensi luas dan prilaku sopan santun, penerapan peran dan fungsi bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan yang sudah berkembang pesat dan berdirinya sudah meluas yang tidak hanya di perkotaan akan tetapi di desa terpencil sudah berdiri lembaga-lembaga pendidikan formal dengan tujuan menghasilkan peserta didik yang unggul dan berakhlak mulia.

Tugas guru bimbingan dan konseling selain mampu menyelesaikan masalah-masalah peserta didik di tempat ia bertugas, juga dituntut untuk bisa mengaplikasikan tugasnya yang ada di lembaga pendidikan sesuai kebutuhan peserta didik. Guru bimbingan dan konseling tidak dituntut bahkan bertugas menakut-nakuti peserta didik dalam memecahkan masalahnya. Ketika ada peserta didik yang bermasalah, guru BK di tuntut untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan profesi kode etik guru BK yang sudah dipelajari di perguruan tinggi.

Terlebih saat ini, waktu ke waktu terus gelobal mengikuti arus zaman yang terus di gandrungi dengan hal-hal terbaru dan mau tidak mau harus diikuti bahkan menjadi hal yang wajib bagi generasi muda dan masyarakat umum. Dalam konteks ini, calon guru bimbingan dan konseling yang masih proses belajar di perguruan tinggi sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang bimbingan dan konseling  yang cukup mendukung terhadap kebutuhan-kebutuhan pada saat ia nanti menjadi guru bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan formal.

Bila lembaga pendidikan formal sudah menerapkan fungsi bimbingan dan konseling secara prosedural dan sesuai kode etik guru bimbingan dan konseling, maka keberhasilan sekolah akan jelas pada alumni-alumninya di mana mereka akan mempunyai pengetahuan melaui program-program bimbingan dan konseling yang di berlakukannya.

 Seperti program-program bimbingan dan konseling antara lain, pelayanan dasar, pelayanan responsip, pelayanan perencanaan indivdual, dukungan sistem. Selain itu, jenis layanan konseling di sekolah seperti layanan BK pribadi sosial, bidang bimbingan belajar, bidang pengembangan karier dan lain sebaginya.

Tidak relevan lagi, guru bimbingan dan konseling di sekolah bertindak menyelesaikan masalah dengan nada yang keras dan menyikapi dengan emosional serta menindak dengan kekerasan yang sifatnya tidak sama sekali mendidik atau tidak bisa merubah prilaku peserta didik secara baik dan benar. Memang faktanya, guru bimbingan dan konseling di sekolah sangat disegani oleh peserta didik dengan ulah tidandaknnya. Tapi, sebaiknya prilaku demikian diganti dengan peningkatan mindset melalui program-program bimbingan konseling dan melakukan konseling yang baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku. Seperti menggunakan teknik antara lain, pendekatan behavioral, pendekatan RET, pendekatan gestalt, pendekatan realitas, pendekatan client-centered.

Dari sekian teknik bimbingan dan konseling peserta didik, bila ditekuni dan diterapkan secara baik dan benar, maka tidak akan mustahil gagal dalam menyelesaikan masasalah peserta didik. Karena, dalam proses konseling peserta didik bermasalah harus menggunakan teknik-teknik konseling yang mana dalam hal tersebut terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan oleh guru bimbingan dan konseling, mulai dari masalah kecil sampai masalah yang besar sudah tersedia teknik yang ampuh dalam menyelesaikan masalahnya.

Jadi, peran dan fungsi bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan sangat penting sekali dalam mewujudkan peserta didik yang berkualitas yang nanti menjadi harapan bangsa. Sudah banyak lembaga pendidikan formal terlebih sekolah negeri, menerapkan fungsi bimbingan dan konseling sebagaimana msestinya sehingga lulusannya mampu bersaing dengan sekolah lain.


Oleh : Moh Khozah (Mahasiswa IAIN Madura, program studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam)



Post a Comment

0 Comments